CERITA GADIS HOT FACEBOOK
Cerita Gadis Hot Facebook - Cerita ini merupakan salah satu kisah nyata yang menceritakan seorang gadis hot facebook. Awal mula dari cerita ini bermula ketika dia si gadis yang kurang gaul dan telat mengetahui perkembangan tekhnolagi mencoba iseng bermain internet. Gadis hot ini memulai bermain chating dengan orang-orang. Namun di dalam obrolannya itu dia selalu kebingungan ketika di tanya tentang FB atau facebook.
Saking penasarannya dia mengenai FB atau facebook ini dia mencoba bertanya-tanya dengan teman-teman di sekitarnya. Namun ketika gadis hot ini bertanya malah di bilang "cantik-cantik kok tidak tahu facebook", gadis ini malah jadi tambah minder dan semakin penasaran.

Gadis ini mencoba mencari tahu di perpustakaan sekolah namun tidak berhasil menemukannya juga. Dan akhirnya dia mencoba mencari langsung di internet, gadis ini langsung mendapatkan jawaban yang dia inginkan secara detail.

Akhirnya dia mencoba membuat sebuah akun facebook, namun karena cuaca yang sangat panas di karenakan pendingin ruangan yang ada di kamarnya sedang rusak dia mengeluarkan keringat. Gadis itu pun langsung mengusap keringatnya dengan tisu yang selalu dia bawa, namun karena cuaca yang semakin panas dia tidak tahan lagi. Gadis hot itu pun langsung berlari ke luar ruangan dan langsung menuju ke ruang tamu yang sejuk dan nyaman, sambil membuka kancing bajunya.

Baru asik-asiknya santai-santai di ruang tamu tiba-tiba ada teman dia cowok datang, dia langsung menuju pintu untuk segera membukakan pintu. Gadis hot ini langsung membukakan pintu itu tanpa di sadari ternyata dia belum mengancingkan bajunya. Teman cowok si gadis hot yang melihatnya langsung tertawa keras sekali karena ternyata melihat baju dalam si gadis hot itu bergambarkan teletubbies dan cowok itu berkata "anak kecil banget sih kamu itu, padahalkan kamu sudah anak kuliahan" sambil terus tertawa.


MEMPERTEGAS KEDAULATAN INDONESIA
“…lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar lautan daripada menjadi embel-embel bangsa lain.”
(Mohammad Hatta dalam pledoinya di Pengadilan Den Haag (1928) yang berjudul Indonesiƫ Vrij, Indonesia Merdeka).

Pendahuluan
Momen ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-65 sebagai tonggak sejarah yang menyatukan visi dan misi kebangsaan menuju kemerdekaan, telah berlalu. Secara historis, momen tersebut tentu saja bukan sekedar simbol seremonial. Namun lahir dari sebuah monumen pengorbanan yang tersusun dari tetesan keringat, darah dan air mata. Tidak hanya perjuangan fisik, tapi juga pergolakan intelektual melalui serangkaian diplomasi yang menunjukkan betapa bangsa ini merupakan bangsa besar yang layak atas kemerdekaannya.
Proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan oleh Soekarno dan Mohammad Hatta menandai babak baru perjalanan bangsa Indonesia. Alih-alih menganggap kemerdekaan sebagai pemberian penjajah, momentum proklamasi adalah capaian dari sejarah panjang anak bangsa merangkai nasionalisme. Meminjam pemikiran Ernst Renan, nasionalisme adalah kehendak bersama yang berlandaskan nasib yang sama untuk meraih kemerdekaan, melepaskan diri dari penjajah dan menentukan nasib sendiri sebagai sebuah bangsa.
Terlepas dari nostalgia sejarah panjang pendirian bangsa ini, kita telah memasuki era baru di mana ruh nasionalisme mewarnai perjalanan bangsa ini. Kebangkitan nasional yang telah menapaki masa lebih dari satu abad, memberi pelajaran tentang bagaimana menata proses pendewasaan diri dalam mengarungi kehidupan berbangsa dan bernegara. Begitu banyak ujian dan cobaan yang dilalui, namun suatu hal yang pasti, negara ini tetap berdiri dan terus menatap masa depannya.

Meski demikian, sulit dimungkiri, di balik proses yang begitu panjang, tampaknya nasionalisme yang telah mengusung semangat kebangsaan dan merekatkan persatuan dan kesatuan, belum mampu sepenuhnya menegaskan kemerdekaan dan kemandirian, lebih dari sekedar simbol.

Di tengah kemeriahan ulang tahun kemerdekaan, saat itu pula kita menyaksikan fenomena kemiskinan, pengangguran dan kebodohan yang belum terselesaikan. Kebangkitan nasional yang menjadi simbol kebangkitan anak bangsa dalam menegaskan eksistensinya di tengah percaturan global, belum sepenuhnya menuai pemaknaan substansial, tatkala mayoritas anak bangsa masih terbelenggu ketidakpastian sosial, politik dan ekonomi.

Tidak hanya itu, sepuluh tahun lebih sejak amanat reformasi menjanjikan harapan besar bagi terwujudnya kemandirian sosial dan politik seiring runtuhnya rezim otoriter Orde Baru. Partisipasi politik meningkat sejalan dengan penguatan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan. Publik menjadi bagian dari sejarah perjalanan bangsa yang menentukan pilihan politiknya, lepas dari hegemoni kekuasaan. Realitas itu belum cukup membuat bangsa ini menjadi kuat dan mandiri.


Ironisnya, hegemoni justru hanya berubah wajah. Kekuasaan tidak lagi terpusat pada struktur politik otoritarian, tapi melebarkan sayapnya sekaligus berkamuflase menjadi kepentingan elit. Kepentingan itulah yang menjadi bagian dari hegemoni sosial, politik dan budaya negara-negara lain.

Kekayaan Alam
Mungkin bukan sekedar pikiran tak berdasar tatkala para pendiri bangsa ini menyatukan visi kebangsaan melalui momentum Sumpah Pemuda 1928 silam. Aneka ragam suku, budaya, agama dengan berbagai kekhasannya menampakkan diri dan menyatakan secara eksplisit segala harapan yang melahirkan solidaritas, yang terbentuk dari kesamaan nasib keterjajahan. Solidaritas tersebut membangun sebuah proyek bersama untuk menciptakan komunitas yang bebas dari penjajahan.

Pikiran itu sejalan dengan pemahaman yang mendalam tentang struktur kebangsaan Indonesia yang begitu besar. Gugusan pulau dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah ruah sangat cukup untuk menghidupi diri sendiri, tanpa harus meminta belas kasih pihak lain. Sebaliknya, bangsa-bangsa lain berbondong-bondong mengulurkan tangan sambil berharap bangsa ini menjalin kerja sama yang saling menguntungkan.

Potensi kekayaan alam inilah yang turut mendukung terwujudnya kemandirian bangsa. Tidak heran, jika sejak awal konstitusi kebangsaan yang terangkum dalam UUD 1945 telah menegaskan bahwa bumi, air dan segala isinya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Hal ini menegaskan bahwa potensi sumber daya alam yang memayungi hajat hidup rakyat tidak akan memiliki pengaruh signifikan bagi kehidupan jika tidak dikelola dengan baik demi kepentingan rakyat.

Kedaulatan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka adalah dasar pijakan untuk menjadi bangsa yang mandiri. Kemandirian yang sudah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa bukanlah khayalan belaka karena Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan kekayaan berlimpah. Indonesia memiliki 17.504 pulau serta wilayah darat seluas 1.922.570 km² yang subur dan dipenuhi dengan kekayaan alam di dalamnya, lautan seluas 3.257.483 km² yang penuh hasil laut baik perikanan maupun tambang.

Wilayah daratan yang sangat luas dan subur, yang pernah menghasilkan swasembada beras, ternyata saat ini belum mampu dikelola dengan baik sehingga harus mengimpor. Bahkan akan semakin meningkat mengingat pertambahan jumlah penduduk, sehingga diprediksi pada tahun 2018 dibutukan beras sebanyak 40,182 juta ton untuk kebutuhan pangan 270,8 juta penduduk. Hal itu belum memperhatikan alih fungsi lahan sawah yang semakin menyempit.

Kekayaan hutan yang sangat luas juga belum mampu dikelola dengan baik. Kita masih dirugikan akibat illegal logging sekitar Rp. 30 triliun setiap tahun, atau sekitar Rp. 83 Miliar setiap hari. Kerugian tersebut tentu lebih besar lagi jika memperhitungkan dampak illegal logging berupa bencana alam dan punahnya khazanah flora, fauna, dan plasma nutfah yang ada di dalam hutan. Sementara di sektor laut, bangsa ini merugi Rp. 40 trilun per tahun akibat pencurian ikan.

Di sektor energi, bangsa Indonesia pernah menikmati hasil ekspor minyak bumi di awal Orde Baru. Saat ini pun Indonesia masih kaya bahan tambang energi baik berupa minyak bumi, batu bara, serta gas alam. Namun akibat kebijakan privatisasi yang tidak terkendali, saat ini lebih dari 85,4% perusahaan energi dikuasai oleh perusahaan asing dengan penerimaan jauh lebih besar dari penerimaan negara di sektor ini.

Potensi sumber daya alam yang merupakan kekayaan bangsa tidak akan pernah berdampak signifikan selama pengelolaan sektor-sektor potensi tersebut terbuka lebar bagi penguasaan asing.  Terlebih lagi, begitu sulit menata kekayaan tersebut saat kekuasaan tidak menganggapnya sebagai kekayaan, melebih komoditas berlaka. Sementara pengelolaannya bisa dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pihak asing.

Konstitusi banga ini telah sedemikian ideal memberi porsi kepentingan bagi rakyat. Namun logika ekonomi yang liberal tidak menempatkan kekayaan tersebut sebagai prioritas untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Sebaliknya, kekayaan alam diprivatisasi untuk melicinkan kepentingan asing mengeruk keuntungan yang lebih besar. Akibatnya, rakyat tidak menjadi subjek, namun objek dari kekayaan tersebut.

Kekayaan alam yang melimpah adalah modal yang dapat mengubah dan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih maju, adil, makmur, dan sejahtera. Tetapi, sayangnya bangsa Indonesia kini berada jauh dari kondisi yang diharapkan. Bahkan cita-cita kemakmuran dan keadilan masih jauh dari harapan. Tentu saja, bukan sekedar pemahaman tentang pentingnya memberi porsi yang besar bagi kepentingan rakyat, tapi juga sejauh mana regulasi tentang pengelolaan kekayaan alam sejalan dengan amanat konstitusi. Sebab pada kenyataannya, sulit mewujudkan kepentingan rakyat jika kita masih berpegang pada undang-undang No. 4 tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara (minerba) yang tidak mengatur pentingnya DMO (domestic market obligation) bagi kepentingan nasional. Ataupun undang-undang No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal yang membebaskan kepemilikan asing di sektor tambang hingga 95%.

Karena itulah, penjelasan Hatta tentang penguasaan negara terhadap cabang-cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak (sebagaimana termaktub dalam pasal 33 UUD 1945), adalah dikendalikan dan diatur oleh negara melalui penetapan kebijakan dan regulasi. Kewajiban negara tidak hanya terbatas pada investasinya dalam pengaturan sumber daya alam, tapi lebih dari pada itu, memastikan, melalui kebijakan, agar hajat hidup rakyat terpenuhi.

Penjelasan Hatta ini bisa diaktualisasikan dalam dilema yang sedang dihadapi bangsa ini terkait dengan pengelolaan kekayaan alam. Argumentasi yang seringkali muncul ke permukaan adalah sumber daya manusia atau kemampuan bangsa yang sangat terbatas dalam pengelolaan kekayaan alam tersebut. Gagasan tentang negara yang sebagai regulator menandakan bahwa potensi rakyat harus dilibatkan dalam melakukan investasi atas kekayaan alam tersebut. Khususnya ketika rakyat tidak sekedar merasakan manfaat dari kekayaan alam, tapi juga menjadi bagian dari dalam kegiatan-kegiatan produktif. Dengan demikian iklim ekonomi yang bersumber dari kekayaan alam akan bergerak dengan sendirinya karena gairah keterlibatan rakyat yang begitu besar.
Potensi Sumber Daya Manusia
Menyatukan visi kebangsaan dalam sebuah struktur masyarakat yang beraneka ragam bukanlah perkara mudah. Hal itulah yang dilakukan oleh para pendiri bangsa ini saat berupaya memproklamirkan kemerdekaan dan menata dasar falsafah dan konstitusi negara. Sejarah tentang perdebatan kelompok kaum muda dalam kongres Sumpah Pemuda, pencarian dasar falsafah negara yang melibatkan perdebatan panjang antara kaum nasionalis sekuler dan religius adalah segelintir kisah betapa bangsa besar ini disatukan dari aneka ragam kepentingan yang berbeda-beda.

Namun kesuksesan yang diraih dengan berdirinya negara Indonesia hingga saat ini adalah capaian besar anak bangsa. Tidak hanya itu, tradisi dan budaya yang khas, berupa gotong-royong, tepo seliro, saling asah, asih dan asuh, membedakan bangsa ini dengan bangsa-bangsa lain. Realitas inilah yang menjadi sumber kekuatan sekaligus sumber daya unggul yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Tidak sedikit anak bangsa lahir, besar, terkenal dan disegani bangsa lain, menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia yang unggul cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam menata kehidupan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik. Memang, secara umum indeks tersebut masih cenderung rendah. Namun, hal ini sangat bergantung pada keseriusan pemerintah untuk memberikan akses yang luas untuk meraih pendidikan dan penghidupan yang layak demi peningkatan kapasitas mereka.

Pemerintah seharusnya membuka mata bahwa sebenarnya telah banyak sumber daya manusia unggul yang terdapat di negara ini. Hanya saja potensi mereka tidak terserap atau tidak dimanfaatkan, disamping kurangnya penghargaan yang diberikan kepada mereka. Banyak terjadi kasus di mana manusia-manusia berkualitas memilih berkarir di negara lain  hanya karena tidak mendapat apresiasi dan visi masa depan yang cerah. Pemerintah dan pihak swasta cenderung menggunakan tenaga asing ketimbang tenaga dalam negeri berkualitas, meski biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal.

Seandainya pemerintah mau memperjuangkan nasib rakyat dengan lebih sungguh-sungguh atas para pengusaha asing maka tanpa kekayaan alam yang melimpah pun nasib rakyat ini tidak akan terjual dengan harga yang sangat murah. Terlebih dengan kekayaan alam yang melimpah maka pemerintah harus mempunyai daya tawar yang jauh lebih tinggi dari para pengusaha asing. Pemerintah dapat mewajibkan para pemilik modal menggunakan sumber daya manusia Indonesia sebagai pekerjanya dan kemudian membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas agar dapat hidup lebih sejahtera.

Lagi pula, tanggung jawab tersebut telah tersurat dalam konstitusi UUD 1945, di mana negara berkewajiban menciptakan pendidikan dan penghidupan yang layak bagi rakyat. Negara wajib menggali dan mengembangkan potensi-potensi produktif dari target-target populasi agar agenda kesejahteraan yang lahir dari sumber daya manusia unggul bisa direalisasikan.

Kondisi lingkungan pekerjaan di Indonesia terkadang tidak memberi ruang yang cukup bagi mereka-mereka yang memiliki kemampuan. Para lulusan dengan indeks prestasi luar biasa kesulitan dalam mendapat pekerjaan. Karena kebanyakan perusahaan di Indonesia lebih membutuhkan pekerja-pekerja kelas menengah, yang menyebabkan mereka kurang mendapat kesempatan. Akhirnya mereka memilih bekerja di luar negeri, dengan alasan pengembangan diri, selain faktor penghasilan yang sudah tentu lebih baik dari yang bisa diperoleh.

Karena itu, potensi sumber daya manusia Indonesia tidak bisa sekedar dipandang secara parsial, khususnya saat mereka sekedar dipandang dari kebutuhan kerja dan kontribusinya bagi dunia kerja dalam negeri. Diperlukan tindakan afirmatif, di mana terjalin hubungan yang baik antara politik (pemerintah), pendidikan dan industri. Produk-produk yang dihasilkan sejatinya memiliki keterkaitan dengan dengan industri yang sedang digalakkan oleh negara.

Peluang Globalisasi
Pasca perang dingin telah merubah tatanan dunia yang tidak lagi tersekat dalam kepentingan nasional semata, namun terjalin dalam sebuah jaringan besar yang menghubungkan kepentingan antarnegara. Saat itu, definsi tentang nasionalisme yang menghubungkan kepentingan nasional atas dasar nasib yang sama menjadi tidak relevan. Akibatnya, argumen tentang kemandirian pun mengalami pergeseran paradigma. Globalisasi dianggap bertentangan dengan ide dasar kemandirian.

Globalisasi pada taraf tertentu dipandang sebagai ancaman, sementara dalam hal lain, globalisasi menciptakan ruang yang luas bagi pengembangan individu maupun negara yang didasarkan atas potensi yang mereka miliki. Pada titik inilah, globalisasi menghadirkan peluang sekaligus ancaman. Peluang bagi individu, rakyat dan negara untuk mengembangkan kapasitas dirinya dengan memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana global, sekaligus ancaman bagi tergerusnya kepentingan nasional.

Sebatas sebagai peluang, tentu saja, kemandirian memperoleh jalan yang lebih luas untuk dikembangkan. Hanya saja, jalan itu seringkali diselewengkan semata sebagai ancaman. Hal itulah yang tampak saat globalisasi melahirkan ketergantungan terhadap negara-negara lain. Padahal, sebagai peluang, globalisasi menuntut seluruh eleman bangsa yang hendak mandiri untuk berpikir keras mengoptimalkan sumber daya yang ada demi kesejahteraan rakyat.

Kemandirian di alam global bisa dibandingkan saat bangsa ini sedang berada dalam kungkungan rezim otoritarian. Sebab kemandirian memberi kesempatan yang besar bagi individu untuk meningkatkan potensi dirinya untuk berkembang. Namun, ancaman globalisasi tidak surut mempengaruhi nafsu kekuasaan untuk menetapkan kebijakan yang hanya mementingkan segelintir elit. Atas dasar globalisasi, berbagai kerja sama bilateral, regional dan internasional dilakukan dengan mengabaikan pertimbangan publik. Atas dasar globalisasi pula lah kita menggantungkan harapan dan masa depan bangsa kepada negara-negara lain.

Kemandirian bukan berarti melepaskan diri dari hubungan-hubungan dengan negara lain, namun berusaha menyeimbangkan hubungan itu dengan memperkuat daya saing melalui pilihan kebijakan sosial, ekonomi dan politik yang berpihak pada rakyat. Karena itu, globalisasi sebatas memberi akses pada keterbukaan, sementara kemandirian akan terus terjalin dengan baik ketika akses tersebut dipergunakan untuk memperkuat eksistensi diri sebagai bangsa. Hal itulah yang perlu dilakukan dengan menyediakan sarana dan prasarana pendukung bagi peningkatan bagi kapasitas anak bangsa.

Globalisasi mengajak seluruh bangsa memperteguh kemandiriannnya dengan potensi yang mereka miliki. Bukan secara sederhana dipahami sebatas intervensi pihak luar atas kedaulatan negara sendiri. Boleh jadi, sikap inilah yang tergambar saat berbagai peristiwa sosial dan politik yang sulit dibendung karena alasan kepentingan politik dan ekonomi dengan pihak luar. Terlalu jauh untuk mengambil contoh kedigdayaan Amerika Serikat yang bisa mengontrol berbagai kebijakan yang seharusnya kita putuskan, melepaskan diri dari negara tetangga saja, seperti Malaysia dan Singapura dan mempertegas posisi tawar kita sebagai bangsa dan rakyat yang berdaulat pun terasa sulit. Kondisi ini sedikit menunjukkan betapa kerdil bangsa ini, dan begitu besar ketergantungan kita terhadap pihak luar, bahkan kepada negara-negara yang luasnya lebih kecil dari pulau terbesar di negeri ini.

Karena itu, pemaknaan atas globalisasi seringkali lebih berkutat pada persoalan sudut pandang. Dalam sudut pandang yang ekstrim, globalisasi tak ubahnya seperti “raksasa” yang siap memangsa. Globalisasi menjadi metamorfosa bentuk halus (soft shape) dari imperaliasme. Di balik itu, sesungguhnya sesungguhnya bersemayam kepentingan kelas atas kelas tertentu. Yakni kelas kapitalis internasional yang berupaya melebarkan sayap-sayap pengaruh, dominasi serta hegemoni ekonomi mereka ke segenap penjuru dunia.

Dalam asumsi kemandirian, tentu saja pemaknaan itu tidak cukup relevan. Kita bisa memandang efek positif globalisasi dengan tersebarnya informasi dan teknologi, sehingga tidak melulu tentang dominasi ekonomi antar satu pihak atas pihak lainnya. Dengan demikian, kita bisa menemukan spirit kemandirian bangsa di tengah arus globalisasi. Bangsa mandiri adalah bangsa yang mampu menjawab tantangan zamannya tanpa kehilangan jati diri dan kepentingan nasionalnya sebagai bangsa yang merdeka.

Kepemimpinan yang Mandiri
Generasi pendiri bangsa dan negara ini memperlihatkan karakter bangsa pejuang yang ulet dan hebat, menolak didikte dan merancang sendiri skenario masa depan bangsanya. Banyak yang menyatakan bahwa generasi pendiri bangsa kita adalah “the golden generation”, karena mereka bukan saja terdidik tetapi juga tercerahkan dan memiliki semangat perjuangan yang amat besar, dengan percaya diri merebut kemerdekaan dan membangun kemandirian bangsanya.

Semangat kemandirian sulit terwujud tanpa dukungan karakter kepemimpinan yang menelandankan sifat tersebut. Soekarno dan Mohammad Hatta sebagai pemimpin bangsa di era kemerdekaan menyusun strategi kemandirian dengan memapankan konsep nasionalisme dalam setiap kebijakan sosial dan politik mereka. Kebijakan itulah yang, misalnya, tergambar dalam diktum “Trisakti” Soekarno, yakni mandiri di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya. Mandiri di bidang politik dan berdikari dibidang ekonomi bukanlah diktum yang kemudian menganjurkan bangsa ini mengisolasi diri dari dunia luar, namun memperluas kerjasama dengan negara-negara non-imperialis. Sementara lebih berorientasi luar negeri dalam bentuk kerjasama ekonomi yang sederajat, setara dan bermartabat.

Sementara itu, Hatta menegaskan kemandirian yang berorientasi pada kekuatan pasar dalam negeri yang didukung oleh tenaga beli rakyat, tidak menjuruskannya terperosok ke dalam paham isolasionisme ekonomi. Hatta tidak menolak interdependensi ekonomi internasional, yang ia tentang adalah dependensi ekonomi nasional terhadap ekonomi internasional. Bagi Hatta, kemandirian bukan pengucilan diri, kemandirian bisa dalam wujud dinamiknya, yaitu interdependensi. Dalam interdependensi global dan ekonomi terbuka, Hatta tetap teguh mempertahankan prinsip independensi, yaitu bahwa dengan memberikan kesempatan pada bangsa asing menanam modalnya di Indonesia, namun kita sendirilah yang harus tetap menentukan syarat-syaratnya.

Tipikal kemandirian yang ditunjukkan oleh kedua Soekarno dann Hatta tersebut tidak menafikan kecenderungan globalisasi, pun tidak menjadikan globalisasi sebagai alasan tergerusnya nasionalisme dan kemandirian bangsa. Kepemimpinan yang mandiri mampu menghubungkan kecenderungan global dengan kepentingan nasional sebagai potensi untuk memperkokoh kemandirian nasional
Karena itu, ada 4 (empat)  sifat kepemimpinan yang dibutuhkan oleh pemimpinan yang mandiri: 1) kepemimpinan yang transformatif; 2) kepemimpinan visioner; 3) kepemimpinan yang kuat (strong leadership); 4) kepemimpinan nasional-kerakyatan.

Kepemimpinan tranformatif  adalah kepemimpinan yang mampu mendorong dan menggerakkan rakyat guna memanfaatkan potensi dan kapabilitasnya untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pada taraf ini kepemimpinan yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang tidak banyak berkeluh kesah, melainkan kepemimpinan yang memiliki daya juang dan motivasi tinggi. Sehingga kepemimpinanya mampu memotivasi dan menginspirasi bangsanya.

Kepemimpinan visioner adalah kepemimpinan yang mampu melihat gambaran masa depan. Gambaran masa depan itu adalah cita-cita yang ingin dituju. Dengan visi itu, ia dapat mengarahkan dan mengerahkan segala kemampuan (capability) bangsa untuk mewujudkan visi tersebut. Kepemimpinan yang visioner adalah kepemimpinan yang mengetahui arah bangsa dalam setiap kecenderungan dan perubahan zaman.

Kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang tegas, jelas, berkarakter, yang menyatukan perkatan dengan perbuataan. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar yang besar harus memiliki kepastian. Kepastian itu bisa berupa kepastian tentang arah program dan kebijakan, serta kepastian keadilan dan hukum, maupun kepastian akses mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak. Kepemimpinan nasional kerakyatan adalah kepemimpinan yang memiliki sensitivitas kepedulian yang tinggi terhadap kepentingan nasional dan rakyat. Sehingga kebijakan politik atau ekonomi dari kepemimpinan haruslah bermuara dan berorientasi pada kepentingan nasional dan masyarakatnya.

Keempat tipikal tersebut menunjukkan jati diri kepemimpinan bangsa yang mandiri. Hal itu sangat bergantung pada sejauh mana pola kepemimpinan memiliki kepercayaan diri (self-confidence) untuk membawa bangsanya memiliki kemandirian. Soekarno, Hatta dan beberapa pemimpin bangsa di awal masa kemerdekaan telah menunjukkan bahwa kemandirian tidak akan membuat bangsanya menjadi rendah, sebaliknya, kemandirian akan menaikkan derajat bangsa sejajar dan melampaui negara-negara lain.

Penutup: Kemandirian Bangsa
Menjadi bangsa yang mandiri memang tidaklah mudah. Di tengah arus globalisasi yang mempertautkan berbagai kepentingan, kemandirian terkadang menjadi jargon klasik awal masa kemerdekaan, sebatas kehendak untuk menegaskan eksistensi dan memperoleh pengakuan oleh bangsa-bangsa lain. Setelah itu, kepentingan bangsa akan larut dalam sistem kapitalistik yang diwarnai ketergantungan antara satu sama lain. Alih-alih ketergantungan membuahkan kesejajaran, justru membuatnya bangsa ini berada dalam hegemoni negara-negara lain.

Sulit dimungkiri, kondisi ini tidak lepas dari konsepsi tentang kemandirian yang abstrak serta cenderung tidak mendatangkan keuntungan secara materi. Karena itu, pola pikir pragmatis akan sulit memahaman substansi kemandirian sebagai suatu konsep yang akan bermanfaat dalam jangka panjang. Namun, konsekuensi yang harus diterima adalah tergadainya masa depan bangsa di masa yang akan datang.

Di balik itu, abstraksi tentang kemandirian dengan jelas tersurat dalam aline kedua Pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa “perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.” Kalimat tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan adalah sebuah jembatan. Tujuan akhir kemerdekaan adalah mencapai masyarakat adil dan makmur yang hanya dapat dilakukan jika bangsa dan masyarakat dapat menentukan nasibnya sendiri, yaitu dengan cara membentuk negara yang berdaulat. Hanya dengan adanya kedaulatan, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang mandiri, baik dalam menentukan nasib sendiri maupun dalam upaya mencapai masyarakat adil dan makmur.

Makna kedaulatan tersebut adalah kemandirian bangsa. Kemandirian hanya dapat diperoleh jika suatu bangsa memiliki kedaulatan. Sebaliknya, kedaulatan hanya dapat diwujudkan dan dipertahankan jika suatu bangsa tidak bergantung kepada bangsa lain. Bangsa yang berdaulat adalah bangsa yang mandiri baik secara politik, ekonomi, maupun budaya. Kemerdekaan dan kedaulatan menjadi tidak bermakna jika suatu bangsa bergantung atau selalu dipaksa menuruti kehendak bangsa lain. Namun demikian kemandirian tidak berarti mengucilkan diri dari bangsa-bangsa lain. Kemandirian memiliki sisi dinamis antara interdependensi dan independensi.

Bukan sekedar khayalan belaka jika para pendiri bangsa ini menjadikan kedaulatan dan kemandirian sebagai prasyarat berdiri dan keberlangsungan bangsa. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia mendukung terwujudnya kemandirian tersebut, meski tidak berarti harus tergadai oleh kepentingan negara-negara lain. Di tengah arus globalisasi, godaan untuk menggadaikan potensi kemandirian bangsa begitu kuat. Namun dengan ruh kesejarahan, nasionalisme dan konstitusi, bangsa Indonesia memiliki pedoman kehidupan kebangsaan yang mampu membentengi potensi tersebut agar terpelihara dengan baik dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

PESAN TERBAIK MBAH MARIJAN
Hari ini kita mendengar berita, Mbah Maridjan menjadi salah satu korban dari letusan Gunung Merapi Yogyakarta. Konon ia ditemukan meninggal dalam rumahnya di Dusun Kinahrejo dalam posisi bersujud. Mbah Marijan telah memberikan contoh terbaik kepada kita tentang bagaimana memegang komitmen dan tanggungjawab dalam menjalankan tugas yang diembannya sebagai penjaga Merapi.

Saya ingin mengajak kita mengenang dan memetik pelajaran mendasar dari sikap heroisme Mbah Maridjan dalam menghadapi letusan Gunung Merapi pada pertengahan tahun 2006 lalu. Saat itu ketika orang ramai-ramai turun dari lereng Merapi, Mbah Maridjan justru naik mendekati puncaknya. Tidak tanggung-tanggung, hanya berjarak 2 (dua) km dari kawahnya! Sosok tua bersahaja ini mencoba ikut ‘menjinakkan’ Merapi dengan caranya sendiri yang unik.


Mbah Marijan sebagai juru kunci Merapi begitu mencintai tugasnya dengan tetap memilih ‘menjaga’ Merapi dari dekat sekalipun pemerintah telah menghimbaunya untuk segera mengungsi. Bahkan seorang Gus Dur dan Gusti Joyo (Adik Sri Sultan HB X) juga tidak  berhasil ‘merayu’-nya turun. Banyak orang menyayangkan sikap Mbah Maridjan ini, tetapi tampaknya ia lebih menyayangi Merapi daripada harus ikut mengungsi. Setidaknya ada empat hal yang bisa kita catat dari sikap Mbah Maridjan tersebut.

Mbah Maridjan memberikan contoh kepada kita tentang bagaimana sebuah tanggung jawab yang dipegang teguh selama menjalankan tugas dan pekerjaannya. Seperti petugas pemadam kebakaran yang mempertaruhkan nyawa untuk memadamkan api, begitu pula Mbah Maridjan yang rela menantang maut demi menjalankan tugasnya sebagai juru kunci Merapi. Satu sikap yang belakangan tidak mudah ditemukan dalam diri pejabat publik kita. Saat ini banyak orang yang sudah tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diembannya secara amanah. Anggota DPR yang tidur saat sidang atau bahkan tidak pernah menghadiri sidang, sipir penjara yang berkolusi membebaskan narapidana, polisi yang tidak menjaga letusan senjatanya, jaksa yang menjual tuntutan demi meraih ratusan juta bahkan miliaran rupiah, hakim yang tidak menjalankan tugas undang-undang untuk menghadirkan saksi penting, dan banyak lagi contoh drama pengingkaran tanggung jawab yang dimainkan oleh pejabat publik di negeri ini.

Mbah Maridjan juga memberikan motivasi kepada kita bagaimana sebuah keberanian diperlukan untuk ‘melawan’ kekuatan (baca:tekanan) yang tidak sesuai dengan kebenaran yang diyakininya. Mungkin sebagian orang akan memberi label sebagai orang yang ‘mbalelo, keras kepala, ngeyel, dsb’. Semua label tersebut salah besar bila dilekatkan kepada sosok Mbah Maridjan. Baginya mengungsi bukanlah jalan terbaik untuk terhindar dari bencana. Bila sebagian orang melihatnya sebagai bentuk irrasionalitas, justru sikap ‘bertahan’ Mbah Maridjan adalah yang paling rasional. Saat itu, sebagian besar masyarakat lereng Merapi enggan mengungsi karena khawatir akan kehilangan sumber penghidupan. Padi yang sedang mulai menguning, jagung yang mulai tampak ranum dan hewan ternak yang mulai beranak pinak adalah aset penyangga hidup mereka selama ini. Siapa yang akan menjamin aset tersebut tidak akan hilang atau dicuri orang apabila harus ditinggal mengungsi? Ini bukan soal mbalelo, keras kepala, atau ngeyel. Ini adalah soal bagaimana masyarakat Merapi harus bertahan hidup, tidak hanya dari bahaya letusan Merapi tetapi dari bahaya paceklik dan kemiskinan setelah Merapi meletus. Satu sikap yang sangat rasional bukan?
Selain itu Mbah Maridjan telah menjadi inspirasi kepada kita untuk bisa membedakan penggunaan kekuasaan pada tempatnya. Ketika itu, Ia hanya akan mau turun kalau diperintahkan oleh Raja Yogya yang memberinya tugas sebagai juru kunci. Sekalipun yang menyuruh Sri Sultan HB X, tetapi Mbah Maridjan meyakini bahwa saat itu kapasitasnya sebagai Gubernur DI Yogyakarta, sehingga ia tidak akan mengikuti himbauan tersebut karena mandatnya sebagai penjaga Merapi diperoleh dari Raja, bukan Gubernur. Sehingga dalam hal ini Mbah Maridjan sama sekali tidak merasa membangkang. Baginya ketetapan untuk tidak mengungsi dan bertahan di lereng Merapi adalah untuk membantu tugas pemerintah menyelamatkan warga.

Selamat jalan Mbah Maridjan, engkau telah memberikan contoh terbaik kepada kami tentang komitmen, konsistensi dan keteguhan hati.

KEINDAHAN WANITA
Diakui atau tidak setiap wanita memiliki lekukan yang dapat menarik perhatian lawan jenisnya. Lekukan yang dimaksud di sini adalah ciri fisik (tidak selalu berkaitan dengan seks) kewanitaan yang pastinya dimiliki setiap wanita. Kecantikan yang telah dipercayakan kepadanya dari Sang Pemberi Keindahan.
Mungkin ada yang akan mengatakan tidak setiap wanita cantik. Atau mengatakan bahwa kalimat ‘setiap wanita itu cantik’ adalah kalimat yang dibuat untuk menghibur para wanita yang tidak cantik. Tapi, coba pikirkan lagi, benarkah?
Kembali lagi ke kata ‘cantik’. Apa kata itu berarti kulit cerah (atau untuk kalangan Barat), postur tinggi langsing, bibir tipis (atau penuh seksi untuk kalangan tertentu) merekah, wajah lonjong, hidung mancung, mata besar, dan rambut halus? Tidak ada satu kamus pun di dunia yang menggambarkan cantik seperti itu.

Parameter-parameter di atas hanyalah buatan manusia. Gambaran cantik seperti itu bermakna sangat sempit dan menafikan Tuhan sebagai pencipta yang sempurna. Setiap wanita ciptaanNya merupakan karya yang luar biasa. Setiap lekuk wanita yang diciptakanNya adalah keindahan.
Keindahan ini merupakan fitrah, anugerah, namun kadang menjadi bencana bagi wanita itu sendiri bahkan bagi orang lain. Banyak wanita yang mendapat pujian, sanjungan atas kecantikannya, namun ada pula yang mendapat musibah karena kecantikannya sendiri. Dan, hal ini tidak perlu dijelaskan lagi, karena masing-masing dari kita telah memahami hal tersebut. Bahkan, mengetahui beberapa kejadian yang menjelaskannya.
Ini menjadi semacam dilema bagi para wanita. Di satu sisi dia ingin merasa dan terlihat cantik. Di sisi lain dia tidak ingin kecantikannya dilecehkan lawan jenis. Dan, percaya atau tidak dilema ini dimiliki oleh setiap wanita. Walaupun memang rasionya berbeda-beda.
Hasil dari dilema ini pun bermacam-macam. Ada yang menjadi tidak peduli dilecehkan (‘ini gue, makanya jadi laki-laki jangan ngeres’). Ada pula yang akhirnya tidak peduli dengan kecantikannya (‘udahlah, daripada ada apa-apa, mending keliatan jelek aja’). Yang mana hasil yang terbaik?
Guess what? Tidak ada dari kedua hasil itu yang paling baik karena keduanya merugikan wanita. Wanita adalah makhlukNya yang indah. Oleh karena itu Tuhan menyertakan sifat ‘suka akan keindahan’ dan ‘pemelihara keindahan’ kepadanya. Tuhan menginginkan agar keindahan yang difitrahkan pada setiap wanita tidak sia-sia.
Tetapi, bukan berarti wanita menutup mata akan hal buruk yang mungkin dapat terjadi karena kecantikan yang dimilikinya. Justru karena itu adalah anugerah yang difitrahkan kepadanya. Sudah seharusnya setiap wanita menjaga tujuan agung Sang Pencipta.
Setiap wanita harus memiliki kesadaran untuk tidak menjadi obyek. Tapi, jadilah subyek. Obyek menunjuk kepada sesuatu yang menjadi pelampiasan aktivitas pihak lain. Sedangkan subyek berarti pihak yang melakukan atau mewujudkan sesuatu terjadi. Contoh pada kalimat sederhana berikut:
A membaca buku A adalah subyek. Sedangkan buku adalah obyek. Subyek biasanya berupa individu yang memiliki kuasa sehingga sesuatu terjadi. Sedangkan obyek sebagian besar berupa benda mati atau invidu yang tidak berdaya menerima apa pun yang dilakukan subyek (hal yang baik maupun yang buruk).
Wanita sebagai obyek artinya wanita dijadikan seperti benda atau individu yang harus menerima apa pun yang dilakukan pihak lain. Seperti yang dituliskan di atas wanita adalah makhluk yang indah, karena itu, pastinya akan menjadi obyek yang sangat menyenangkan. Dengan menjadi obyek wanita tidak memiliki kendali atas kualitas yang dimilikinya.
Lain halnya dengan menjadi subyek. Sebagai subyek wanita diposisikan sebagai individu yang memiliki kuasa atas dirinya dan kendali akan potensi serta kualitas yang dimilikinya.
Kualitas fisik yang dimiliki seorang wanita hanyalah sebagian kecil dari seluruh potensinya. Jika potensi ini disadari dan diarahkan akan memberi hal positif bagi dirinya. Bahkan, bagi orang lain dan lingkungannya. Wanita yang memposisikan dirinya sebagai subyek adalah wanita terhormat yang merupakan anugerah terbesar bagi keluarganya, masyarakatnya, dan bagi dunia tempat kita berada.


FOTO 83 BINTANG SEKS ONLINE DIPAJANG MEDIA MASSA
Para pelaku video seks online bakal dipajang foto-fotonya di media massa nasional.
Demikian keputusan pengadilan Colombo Magistrate's Court di Sri Lanka, sebagai upaya
memerangi pornografi.

Dikutip detikINET dari AsiaOne, Sabtu (6/11/2010), pengadilan telah memerintahkan
polisi mempublikasikan foto 83 pria dan wanita yang diketahui berakting mesum di
video klip online.

Hal itu dilakukan untuk mengidentifikasi siapa sebenarnya mereka satu persatu, untuk
kemudian diproses secara hukum. Foto-foto bersangkutan didapat dari berbagai sumber
seperti website.

"Kami memiliki perintah pengadilan untuk mempublikasi foto mereka di media nasional
dan mencari bantuan masyarakat dalam mengidentifikasi serta menahan mereka,"
demikian keterangan seorang polisi setempat.

Dia menambahkan, para pelaku video mesum tersebut menghadapi ancaman hukuman sampai enam bulan penjara jika terbukti bersalah. Sri Lanka memang tengah mencoba serius memerangi pornografi.

Sebelumnya, pemerintah Sri Lanka sudah meminta regulator telekomunikasi agar
mencegah warga masyarakat mengakses website berbau cabul, yang dibintangi para aktor lokal.


KISAH IBU YANG TIDAK BOLEH ANAKNYA MEMAKAI BRA
Kejadian ini terjadi beberapa waktu yang lalu, tepatnya di sebuah kampung yang tidak begitu ramai yang berada di pinggiran kota.

http://4.bp.blogspot.com/_pRda4o-DQhM/TCLYCUViCwI/AAAAAAAAASA/c3DFcqB562s/s320/ibu+dan+anak.JPGSuatu kejadian yang cukup heboh, karena ibunya sampai mengejar anaknya tersebut hingga ke jalanan.

Kronologi kejadian dapat di simak dibawah ini.

Anak : ” Pokoknya mulai hari ini saya mau pakai BH!”

Ibu : ” Kenapa kamu sekarang jadi begini?”

Anak : ” aku sudah besar bu, aku malu kalau dilihat teman-temanku!”

Ibu : ” Kamu ini semenjak lulus SMP mulai berubah!, pakai bedaklah, lipstiklah dan sekarang mau memakai BH!.”

Anak : ” itu normal bu, saya kan sudah memasuki masa puber!.”

Ibu : ” pokoknya TIDAK BOLEH!!!. Titik.
Anak itu pun berlari masuk kamar, mengambil BH, langsung memakainya, dan pergi keluar rumah.

Melihat hal itu, ibunya langsung mengejar anaknya tersebut.
Hingga terjadi kejar-kejaran antara mereka berdua. Warga yang melihat langsung sigap dan membantu mengejar anak itu. Hingga tertangkap!.

Ibu itu pun langsung menjewer telinga anaknya tersebut,

Ibu : ” pulang kamu Joko!!! , tiap hari kelakuan kamu makin aneh!. Laki-laki kok minta make BH!!!.


He he... Just For Fun Bro.. :) http://i328.photobucket.com/albums/l351/dianrapian/ketawa.gif




20 CARA UNTUK MENGUBAH DUNIA
http://www.cosmosmagazine.com/files/imagecache/feature/files/features/print/20090617_geek_world.jpgBerikut ini ada 20 hal yang mungkin dapat ANDA lakukan UNTUK mengubah kehidupan SESEORANG, anda SENDIRI, atau bahkan DUNIA, yaitu:

1.
Adopsi. Mengadopsi seseorang adalah salah satu yang paling baik. Anda akan mengubah hidup seseorang maupun anda sendiri. Mengadopsi bayi, anak kecil, atau remaja. Dengan mengadopsi mereka, mereka akan selalu tahu bahwa ada orang yang baik di luar sana dan mereka akan membalas budi anda di masyarakat.


2. Tetap menyenangkan. Ini merupakan sesuatu yang semua orang bisa lakukan, tidak perlu uang ataupun bakat. Contohnya tahan pintu untuk seseorang, senyum, katakan "Hello". Lalu, mereka akan lebih menyenangkan terhadap orang lain, dimana itu akan berlanjut seperti siklus bahkan anda tidak menyadari bahwa anda telah mengubah ratusan kehidupan.

3.
Menyumbang. Sumbangkan darah, waktu, uang, atau apapun yang anda mampu. Contoh adalah memainkan game seperti FreeRice.

4.
Berpikir positif. Lebih positif dalam memandang hidup. Itu sangat sederhana, tetapi sangat efektif.

5.
Mendengarkan. Mendengar orang lain, membiarkan mereka bicara, belajar tentang hidup mereka, kadang-kadang semua itulah yang mereka butuhkan.

6.
Memulai bisnis. Menjadi wiraswasta dengan perusahaan yang menyumbangkan sebagian keuntungan untuk kegiatan amal, atau pekerjakan “at risk” (orang-orang yang benar-benar butuh pekerjaan).

7.
Membuat karya seni. “Paint” dunia. Ciptakan lukisan, musik, tulisan, foto, atau karya seni lainnya. Seni yang menginspirasi, memotivasi, dan mengubah hidup.

8.
Bersuara. Keluar dan buatlah suara anda agar didengar orang lain. Tulis protes, surat, artikel di koran, blog, atau mulailah dari forum. Diam hanya akan membuat kita tidak melakukan sesuatu.

9.
Menjadi orang tua yang baik. Ajari anak-anak anda tentang hidup dan bagaimana mereka bisa mengubahnya. Ajarkan bahwa kemungkinan-kemungkinan dalam hidup itu tidak terbatas.

10.
Ambil sampah di sekitar anda. Jangan hanya dilihat, ambil saja, dan buang pada tempatnya. Sekecil apapun, itu sangat membantu.

11.
Berbicara. Ketika anda selesai mendengarkan, bicara. Bicara tentang hidup mereka, hidup anda, atau kondisi cuaca.

12.
Menjadi inspirasi. Lakukan sesuatu yang orang berkata bahwa anda tidak akan pernah bisa lakukan. Ambil risiko dan berhasil. Ini akan menginspirasi orang lain untuk melakukannya dan melanjutkan suatu siklus.

13.
Menjadi guru. Menjadi guru dengan ambisi yang benar dalam mengajar anak-anak agar sukses di sekolah dan di kehidupan. Belajar dari buku dan juga belajar dari hidup.

14.
Menjadi wali/pengganti. Banyak orang yang sering kehilangan kasih sayang keluarga atau ditolak oleh keluarga mereka sendiri. Jadilah seseorang yang belum pernah mereka miliki sebelumnya.

15.
Memilih. Memilih dalam pemilihan lokal atau pemilihan nasional. Pilih kandidat yang benar.

16.
Jangan terburu-buru menilai. Terlalu banyak orang yang menilai seseorang dari penampilannya. You can’t judge a book by it’s cover.

17.
Keliling dunia. Keliling dunia dan merasakan pengalaman di tempat baru. Membantu ekonomi dan orang di negara lain. Merangkul kebudayaan mereka dan membagikan pengalaman anda dengan mereka dengan orang-orang yang anda kenal.

18.
Mimpi dan lakukan. Mimpikan dunia yang lebih baik dan ciptakan. Mimpi akan menjadi kenyataan dengan kerja keras dan determinasi.

19.
Fokus. Fokus pada salah satu atau beberapa yang anda yakini. Tuangkan energi anda sampai ide anda berhasil mengubah orang lain, anda sendiri, dan dunia. Setelah itu, fokus untuk ide-ide selanjutnya.

20.
Lakukan sesuatu dengan hidup anda. Anda tidak perlu menjadi selebriti atau miliyuner, cukup menjadi manusia produktif di masyarakat. 


TARIF TERMURAH BLACKBERRY 40.000 RB
http://www.devicedaily.com/wp-content/uploads/2008/05/blackberry-bold-9000-2.jpgOperator GSM milik PT Hutchison CP Telecommunication, Tri, mematok tarif baru layanan Blackberry Rp40.000 per bulan.

"Layanan Tri BlackBerry telah meramaikan pasar BlackBerry Indonesia dengan tarif termurahnya. Sebagai tambahan, layanan ini kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan pelanggan Tri yang sangat beragam dari beragam segmen. Kami optimis penawaran yang kami berikan ini akan disambut positif oleh masyarakat Indonesia," kata Chief Commercial Officer Tri, Suresh Reddy, dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis.
Pihaknya mematok tarif layanan blackberry seharga Rp40.000 perbulan melalui dua paket hemat yaitu Tri BlackBerry Gaul dan Tri BlackBerry Mail.

Suresh menambahkan, potensi pertumbuhan pasar BlackBerry di Indonesia masih luas seiring dengan semakin terjangkaunya harga layanan dan harga ponsel pintar Blackberry.

Untuk layanan hemat itu pihaknya membidik segmen generasi muda yang mengedepankan pemakaian instant messaging dan aplikasi jejaring sosial.

"Layanan Tri BlackBerry Gaul sangat pas bagi segmen anak muda yang gemar bersosialisasi menggunakan instant messaging dan aplikasi social networking," katanya. Untuk menunjang kebutuhan itu, BlackBerry Gaul memberikan akses ke aplikasi atau layanan social networking seperti Facebook, Twitter, Foursquare, MySpace dan lain-lain, dan juga untuk layanan yang sangat diminati yaitu BBM (BlackBerry Messenger)dan instant messaging lainnya yang juga populer seperti Yahoo Messenger, GoogleTalk, dan MSN Messenger.

Sementara Tri BlackBerry Mail disasarkan kepada pelanggan yang hanya memerlukan akses email dan instant messaging.

"Pelanggan BlackBerry Mail akan mendapatkan satu akun emal tri.blackberry.com serta akses hingga sepuluh akun untuk email, BBM, dan instant messaging seperti Yahoo Messenger, GoogleTalk, MSN Messenger," katanya.

Untuk menunjang kenyamanan pelanggan, pihaknya telah menjangkau seluruh negeri dengan jaringan EDGE didukung dengan teknologi HSDPA yang mencakup wilayah Medan, Batam, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogya, Surabaya dan Bali.

Ke depan, operator itu menyatakan akan terus mengembangkan jaringan HSDPA untuk menjangkau kota-kota penting di Jawa dan Sumatra.

Selama tiga tahun beroperasi, Tri telah menjangkau wilayah-wilayah penting di 24 provinsi dan lebih dari 3000 kecamatan di Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan dan Sulawesi.


BONEKA SEKS OBAMA KELUAR DI CHINA
 Pesona Barack Obama memikat jutaan orang di dunia. Euforia inilah yang kemudian dimanfaatkan sebuah produsen mainan seks di China untuk menciptakan boneka seks dengan wujud menyerupai presiden Amerika Serikat itu.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, boneka seks 'Obama' yang berbalut stelan jas biru dan dasi merah itu menjadi daya tarik utama dari sekian banyak obyek yang dipamerkan di Sex Culture Festival ke-8 di Guangzhou, China.

Dalam sebuah gambar yang dipublikasikan media pemerintah setempat, boneka dengan wajah mirip Obama itu begitu mencolok di tengah sejumlah boneka seks standar berwujud perempuan plastik tanpa busana.

Obama begitu populer di China sejak kemenangannya sebagai presiden beberapa waktu lalu. Sebelum muncul boneka seks ini, wajah Obama juga menghiasi kaos bertajuk 'Maobama' yang cukup laris di China. Kaos ini bergambar Obama dengan Mao Tse-tung.

Festival benda-benda seksual di Guangzhou itu terbuka untuk orang dewasa dengan tiket masuk senilai 30 yuan atau sekitar Rp40 ribu. Setiap tahun, festival ini selalu menyedot puluhan ribu pengunjung.

Selain boneka seks 'Obama', salah satu obyek yang cukup dimintai pengunjung pria adalah boneka seks wanita yang dilepas dengan harga 98 ribu yuan atau sekitar Rp130 juta. "Kami tidak tahu siapa produsen boneka ini," kata seorang juru bicara festival.

Meski diniatnya untuk mengapresiasi popularitas Obama, boneka ini cukup menuai kontroversi. "Bagaimana mungkin mereka menempatkan Presiden Amerika Serikat di balik model-model seks yang sangat buruk. Dia kan kepala negara besar," kata seorang warga di forum internet Netease. "Kenapa kita tak punya boneka Mao Tse-tung?"


DUDE DAN ASMIRANDAH JADI SEPASANG KEKASIH "
Bintang sinetron Dude Herlino dan Asmirandah akan bertemu dalam sebuah film terbaru garapan Habiburrahman El Shirazy berjudul "Dalam Mihrab Cinta".

Dalam film ini, Dude berperan sebagai Syamsul Hadi, pemuda berkepribadian baik yang terkena fitnah tapi kemudian sukses menjalani hidup. Sementara Asmirandah sebagai Silvi.

"Silvi itu secara tidak sengaja ketemu dengan Syamsul. Ia sebenarnya tunangan dengan Burhan. Silvi mengetahui sifat Burhan seperti apa, setiap perempuan pasti memilih Syamsul," kata Asmirandah sedikit menceritakan film yang dibintanginya di Mario's Place, Menteng, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat 5 November 2010.

Film yang diadopsi dari novel Habiburrahman ini mengambil setting lokasi di daerah Jakarta, Yogyakarta, Salatiga, Semarang, Kediri dan Pekalongan.

Menurut Habiburrahman, film ini mengisahkan seorang anak muda bernama Syamsul yang perilakunya menjadi jahat dipicu dari fitnah yang menimpa dirinya. "Tapi kemudian menjadi orang baik lagi," kata pria yang akrab disapa Kang Abik ini.

Sementara, Dude memberi alasan kenapa ia dipasangkan dengan Asmirandah dalam film bernuansa Islami itu. "Mungkin dianggap cocok, apalagi suara Asmirandah sangat mendukung dengan suara saya, ada chemistry," kata Dude.

Apakah tidak khawatir kemungkinan adanya cinta lokasi antara Dude dengan Asmirandah? "Belum kok, cuma teman saja. Nanti kalau udah spesial, pasti kami kasih tahu," kata Dude.


9 MITOS TENTANG PETIR
Petir adalah fenomena alam yang mempesona namun mematikan. Di beberapa negara dunia, petir menjadi momok menakutkan karena kerap menimbulkan korban jiwa. Terkadang sejumlah kasus itu terjadi karena murni kecelakaan, namun ada pula yang terjadi karena ketidaktahuan seseorang terhadap petir. Berikut adalah sembilan mitos petir yang beredar di masyarakat versi MSNBC.

1. Petir Hanya Menyambar Saat Hujan
Petir dapat menyambar sebelum, pada saat, atau setelah hujan. Bahkan, petir kerap muncul di langit biru pada cuaca cerah.

2. Petir Tidak Pernah Menyambar Tempat yang Sama Dua Kali
Petir sering menyambar tempat yang sama berulang-ulang, terutama tempat tinggi dan berujung lancip, seperti beberapa gedung pencakar langit.


3. Ban Karet Melindungi Anda
Mobil adalah salah satu tempat yang aman pada saat terjadi petir menyambar. Namun, itu bukan karena ban mobil. Bodi berbahan metal di luar mobil menghantar aliran listrik di luar mobil. Untuk berjaga-jaga, selalu pastikan jendela mobil tertutup rapat.

4. Berdiri di Bawah Pohon
Berada di bawah pohon pada saat hujan lebat disertai petir tidaklah terlalu aman. Seseorang berpotensi terkena sengatan petir secara langsung atau terluka oleh listrik yang mengalir di tanah.

5. Tidak Apa-apa Menyelesaikan Pertandingan Saat Hujan Lebat
Mengingat terdapat sejumlah kasus serangan petir, manajemen beberapa klub olah raga dunia kini mempunyai kebijakan baru. Pertangingan akan dihentikan sementara pada saat hujan deras demi keselamatan.

6. Telungkup di Tanah
Jika petir mengalir di permukaan tanah, menelungkupkan badan tidak selamanya menyelamatkan Anda. Tindakan seperti itu sudah tidak berlaku karena memberikan anggapan yang salah terhadap konsep keselamatan. Berdasarkan pendapat sejumlah ahli, tidak ada tempat yang aman di daerah terbuka saat petir menyambar.

7. Orang Yang Tersambar Petir Berbahaya Untuk Disentuh
Korban sambaran petir harus cepat mendapat pengobatan, seperti bantuan pernafasan (CPR). Badan manusia tidak menyimpan listrik dari luar, sehingga sangat aman untuk disentuh.

8. Aksesoris Berbahan Metal Mengundang Petir
Jangan bersusah payah melepas aksesoris metal Anda pada saat petir menyambar, sebab sejumlah benda tersebut tidak mengundang petir. Yang harus diperhatikan adalah tidak membawa payung karena itu membuat Anda lebih tinggi.

9. Saya Aman Berada Dalam Rumah
Ya, rumah atau bangunan lain adalah tempat teraman pada saat petir menyambar. Kendati begitu, pada saat berada di dalam, jauhi kabel telepon, perabot elektronik, dan alat-alat yang mengandung listrik lain. Jauhi pula air dan pipa-pipa. Dan yang terakhir, jangan berada dekat jendela hanya karena ingin melihat visual petir yang mengagumkan. 


KEMESRAAN CRISTIANO RONALDO DAN KAKA


















Ada apa sebenarnya diantara mereka? jawabanya adalah tentu saja tidak seperti yang anda pikirkan, hey mereke itu hanya rekan satu team yang memang saling akrab, wajar saja mereka begitu.. :)


KISAH MISTERI KEMATIAN BRUCE LEE
Pada Tahun 1940 adalah tahun naga, pada tahun itu di suatu rumah sakit di San Fransisco lahirlah Lee Hsiao Lung. Dokter yang menangani kelahiran bayi itu, memberinya nama Inggris, Bruce. Demikianlah sang legenda terlahir. Saat berusia 6 tahun Bruce kecil sudah berakting untuk pertama kalinya dalam film berjudul “A Beginning Of A Boy”. Hal ini tidak mengherankan karena ayahnya Lee Hoi Chun adalah seorang aktor film.


Sebenarnya Bruce lee adalah anak yang rapuh bahkan ia termasuk anak yang susah makan. Sehingga ketika dia terlibat perkelahian ala jalanan ia mengalami kekalahan. Waktu itu ia berumur 14 tahun. Setelah berdiskusi dengan ibunya, ia memutuskan belajar seni bela diri.

Jenis ilmu bela diri yang ia pelajari adalah Wing Chun, ia berguru dengan Sifu Yip Man. Ia juga berguru dengan master kungfu Siu Hon Sung. Biasanya dibutuhkan tiga minggu untuk menguasai 30 jurus Siu Hon Sung, Bruce Lee hanya memerlukan tiga malam saja. Disamping itu Bruce Lee juga mendapat ketrampilan anggar dari ayahnya. Ada satu hal unik, Bruce Lee tidak hanya mahir beladiri. Ternyata ia pintar menari cha-cha bahkan pada tahun 1958 ia berhasil meraih trophy Hongkong Cha-Cha Championship.

Seiring dengan berjalannya waktu, Bruce lee ingin sekali menguji keahlian kungfunya dalam perkelahian yang sesungguhnya. Maka ia pun terlibat dalam perkelahian jalanan. Polisi memberi peringatan kepada ibunya jika Bruce tidak menghentikan ulahnya maka ia akan ditahan. Lalu ayahnya membuat keputusan untuk mengirim Bruce ke Amerika agar menjadi orang yang lebih bertanggung jawab.Dengan berbekal 100 US$ berangkatlah ia ke tanah kelahirannya San Fransisco dengan kapal laut. Dalam perjalanan Bruce masih sempat mencari uang dengan memberi kursus tari cha-cha.

Di San Fransisco, Bruce dititipkan kepada teman ayahnya, Ruby Chow, pemilik sebuah restoran. Bruce pun ikut bekerja di restoran tersebut. Setelah menyelesaikan SMA, Bruce masih giat membina fisiknya. Baginya tidak cukup sekedar menjadi ahli seni bela diri yang baik, ia harus menjadi yang terbaik.

Bruce pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Seattle dan mengambil jurusan filsafat. Di universitas tersebut ia bersua dengan sesama teman dari Asia bernama Taki Kimura Kimura pernah mengalami serangkaian serangan rasialis. Didasari belas kasihan, Bruce memotivasi Kimura untuk meningkatkan harga dirinya dengan cara melatih dia seni beladiri. Inilah cikal bakal sekolah seni beladiri kungfu dan tidak lama kemudian sekolah itu pun berdiri. Sekolah ini terbuka untuk umum atau bagi siapa saja yang berminat. Berbeda sekali dengan di Hong Kong. Di Hong Kong, kung fu adalah ilmu rahasia yang tidak boleh sembarangan diajarkan kepada orang. Hanya orang terhormat saja yang boleh mempelajari kung fu.

Tahun 1961 ia berjumpa dengan seorang gadis bernama Linda Emery. Mereka jatuh cinta, menikah, lalu lahirlah Brandon disusul Shannon dua tahun kemudian.

Tahun 1964, dalam suatu turnamen karate, Bruce mendemonstrasikan jurus pukulan satu inchi yang legendaris. Seorang producer acara televisi sangat terkesan dengan penampilan Bruce yang penuh intensitas dan konsentrasi. Lalu ia melakukan pendekatan pada pihak Bruce Lee. Setelah melalui screening test, akhirnya Bruce mendapat peran sebagai kato dalam film Green Hornet. Kato hanyalah peran pembantu dalam film itu, namun popularitasnya mengalahkan peran utamanya, terlebih di Hong Kong

Van Williams, bintang utama Green Hornet, menceritakan tentang banyaknya stunt-man terluka karena gerakan Bruce, akibatnya sukar mencari stunt-man yang bersedia bekerja dengan Bruce. Bruce juga memiliki gerakan yang teramat cepat untuk ditangkap oleh kamera sehingga Bruce terpaksa memperlambat pergerakannya.

Setelah proyek “Green Hornet” usai Bruce membuka sekolah kung fu lagi yang baru bernama “Lee Jun Fan, Gung Fu Institute”. Di tempat inilah Bruce Lee belajar menggunakan senjata nunchaku. Para pesohor pun belajar kung fu di tempat ini seperti Kareem Abdul-Jabbar, James Coburn, dan Steve McQueen. Popularitas Bruce pun meningkat dan ini menaikkan nilai seorang Bruce Lee, untuk satu sesi latihan selama satu jam harga yang ditetapkan 300US$.

Di sekolah yang baru itu pula lah Bruce menciptakan teknik Jeet Kune Do, teknik memotong serangan. Bruce berpendapat memotong serangan lebih baik dan lebih cepat dari pada menahan lalu melakukan serangan.

Tahun 1967, Bruce membintangi “A Man Called Ironside”, sebagai seorang master martial art, Bruce sering melakukan adegan berbahaya sendiri tanpa stunt-man. Karir filmnya terus berlanjut, sampai akhirnya ia bisa memenuhi apa yang dicita-citakan yaitu dibayar lebih mahal daripada Steve McQueen perfilm.

Dengan pertimbangan tertentu Bruce memutuskan melanjutkan karir filmnya di Hong Kong. Beberapa film dibintanginya, sekarang Bruce sudah dianggap sebagai pahlawan nasional. Tidak puas dengan itu semua, dia membuka perusahaan sendiri karena ia ingin menulis skenario, menyutradarai, sekaligus membintangi film selanjutnya. Lagi-lagi Bruce berhasil, beberapa film produksi perusahaannya laris manis di pasaran.

Setelah berbagai film dibuat dan berbagai kesuksesan diraih, pada tanggal 10 Mei 1973 Bruce tiba-tiba pingsan selama setengah jam saat mengisi dubbing untuk “Enter The Dragon”. Dokter memberinya resep Manatol, obat untuk mengatasi gejala brain swelling (pengembangan otak).

Pada 20 Juli 1973, Bruce berencana akan bertemu dengan Raymond Chow dan Betty Ting Pei, yang akan menjadi salah satu bintang dalam film “Game of Death”. Di rumah Betty, Bruce mengeluh sakit kepala kemudian dia meminum Aguagesic, obat sakit kepala yg biasa dikonsumsi Betty. Lalu Bruce merebahkan diri, saat tertidur ternyata serangan brain swelling datang kembali. Akhirnya Bruce meninggal di ruang gawat darurat RS Queen Elizabeth.

Misteri Di Balik Kematian Bruce Lee
Kabar kematian Bruce Lee sangat mengejutkan, bahkan banyak yang tidak percaya. Berbagai spekulasi tentang kematiannya bermunculan, seperti:

1. Dia dibunuh oleh gangster karena menolak membayar uang keamanan, suatu praktek yang lazim dalan dunia perfilman Hong Kong saat itu.
2. Dia dibunuh pendekar shaolin yang marah karena Bruce telah menyebarkan kung fu kepada semua orang di penjuru dunia
3. Bruce dikutuk karena telah membeli rumah berhantu
4. Bruce meninggal saat berselingkuh dengan Betty Ting Pei
5. Kebanyakan orang Cina yakin Bruce tewas karena terlalu keras berlatih kung fu

Terlepas dari spekulasi tersebut, fakta medis menyebutkan Bruce meninggal setelah mengalami koma karena Cerebral Edema, pembengkakan otak karena cairan yang berlebih.

Makam Bruce Lee

Berikut ada hal2 yg mungkin anda tidak tau mengenai Bruce Lee.

1. Bruce Lee memiliki cacat bawaan: kaki yang panjang sebelah dan testis yang besar sebelah.
2. Bruce Lee sebenarnya pake kacamata yg cukup tebal, dan dia menggunakan soft lens. Ternyata di Amerika soft lens udah ada dari jaman dahulu.
3. Bruce Lee bukan 100% Chinese, ibunya Grace Lee adalah blasteran chinese & german, jadi bisa dikatakan Bruce Lee memiliki 1/4 darah Jerman.
4. Bruce Lee pertama kali tampil dalam film pada umur 3 bulan. Ia dibawa ayahnya, seorang yg cukup terkenal dalam Chinese Opera untuk tampil pada film pertamanya.
5. Dalam suatu lelang, sebuah surat tulisan tangan Bruce Lee untuk memotivasi dirinya sendiri dgn judul “My Definite Chief Aim” terjual seharga US$29,500.
6. Kecepatan pukulan Bruce Lee adalah 1/500 detik dari jarak sekitar 1 meter ke targetnya.
7. Bruce Lee seorang yang sangat kuat untuk ukurannya, dia dapat melakukan pull up 50 kali dgn satu tangan. Bolo Yeung (aka Chong Li) yang segitu gede tidak pernah menang panco lawan Bruce Lee.
8. Bruce Lee dapat melakukan push up dgn satu tangan hanya dgn 2 jari (telunjuk dan jempol) dan terkadang dengan dua tangan, namun hanya menggunakan jempol saja.
9. Bruce Lee mempopulerkan teknik ‘one inch punch’ yaitu tinju dari jarak 1 inci, dan pada satu turnamen karate, dia mempraktekannya pada seorang juara judo asal Jepang yang memiliki berat sekitar 100 kg. Di sini terlihat pejudo itu ditinju dari jarak 1 inci sampai terangkat kedua kakinya dari lantai.
10. Pada umur 13 tahun Bruce Lee berguru pada Yip Man untuk belajar Wing Chun karena pada waktu itu ia ikut geng dan sering berantem dgn geng lain. Ia berpikir kalau teman2 gengnya sedang tidak bersamanya, bagaimana jika ia diserang rame2.
11. Ada tiga murid Bruce Lee yg pernah memenangkan World Karate Champion: Chuck Norris, Joe Lewis dan Mike Stone.
12. Di Amerika Bruce Lee mengajarkan kung fu kepada semua ras dgn tidak pilih2, dan karena itu dia ditantang oleh perguruan kung fu lain dgn tuduhan membocorkan rahasia Chinese Martial Art kepada ras lain. Bruce Lee menerima tantangan itu dan menghajar wakil dari perguruan tsb dalam waktu 3 menit. Bruce Lee kecewa, menurut dia perkelahian haruslah berlangsung dalam beberapa detik. Dari sini dia mulai berlatih lebih keras lagi, dan menemukan konsep “Jeet Kune Do”.
13. Film Dragon The Bruce Lee Story yg diperankan Jason Scott Lee adalah film yang sangat tidak akurat dalam menggambarkan cerita nyata Bruce Lee. Di film itu Bruce Lee ditendang punggungnya, menjadi lumpuh dan harus duduk di kursi roda. Dalam kejadian nyata, cedera Bruce Lee disebabkan karena ia berlatih dgn beban yg terlalu berat dan menyebabkan cedera tulang belakang, dan sebenarnya dia tidak pernah duduk di kursi roda.
14. Dalam istirahat dari cedera tulang belakangnya Bruce Lee selama 6 bulan, terciptalah buku “Tao of Jeet Kune Do” yg menjadi best seller.
15. Beberapa waktu sebelum kematian Bruce Lee, pa qua (sejenis jimat yg dipercaya dapat menangkal evil spirits) pada rumah Bruce Lee jatuh tertiup angin.